Sabtu, 01 Januari 2011

BERGADANG JUGA BISA BIKIN GEMUK

Kurang tidur tidak hanya menganggu aktivitas Anda di hari berikutnya tetapi juga membuat Anda bertambah gemuk dan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
Orang-orang yang tidur kurang dari empat jam semalam berisiko 73 persen lebih besar mengalami berat badan berlebih. Sedang gangguan tidur bisa memicu keranjingan makan hingga 900 kalori ekstra per hari. Asupan berlebih ini bisa memicu penambahan berat badan sebanyak satu kilogram seminggu. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun partisipan tidak memiliki masalah berat badan sebelumnya, berat mereka akan bertambah seiring dengan pengurangan jam tidur.

"Kurang tidur menstimulasi hormon pengatur selera makan," terang Taheri. "Kurang tidur, lanjut dia, memicu penambahan kadar ghrelin (hormon yang menambah selera makan) dan menurunkan kadar leptin (hormon yang memberi sinyal bahwa tubuh sudah kenyang).

Selain mengganggu aktivitas, kurang tidur juga berakibat buruk bagi kesehatan. Efek kurang tidur berulang, mungkin tidak terlalu dirasakan, khususnya oleh orang usia 20-an yang masih penuh energi. Akan tetapi, kurang tidur ini akan mempengaruhi penampilan seiring usia.

Yang lebih mencemaskan lagi, perempuan yang tidur kurang dari lima jam semalam berisiko 45 persen lebih besar mengalami penyakit jantung. Di samping itu, gangguan tidur juga mengganggu tekanan darah (yang biasanya menurun di malam hari) dan membuat Anda lebih rentan terserang demam dan flu.

Jumlah lemak tubuh yang normal untuk wanita dewasa sekitar 25% dari berat badannya.

Pengukuran lingkar perut sebenarnya merupakan salah satu metode menilai jaringan lemak di perut. "Tujuannya untuk mengetahui apakah seseorang telah masuk dalam kategori berisiko obesitas dan terjadi komplikasi metabolik," ungkap Ralph Girson, SpPD, dari RS Royal Progress, Jakarta. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya sindrom metabolik seperti diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (darah tinggi), dislipidemia (gangguan lemak darah/kolesterol), serta dapat meningkatkan risiko terjadi penyakit kardiovaskular dan penyumbatan pembuluh darah.

Batasan lingkar perut yang ditetapkan oleh WHO, untuk Asia Pasifik adalah di bawah 90 cm untuk laki-laki dan di bawah 80 cm untuk wanita.

Penyebab bertambahnya lingkar perut ini bisa berbagai macam, di antaranya;
Gaya Hidup
Pola makan yang tidak benar adalah penyebab utama pertambahan lingkar perut. Kebiasaan hidup yang kurang aktivitas dan konsumsi makanan yang berlebih dari energi yang dibutuhkan, membuat sisa kalori disimpan sebagai lemak dalam sel-sel lemak.

Lemak menumpuk di seluruh tubuh, termasuk daerah perut, dan akan meningkat seiring pertambahan berat badan dan gaya hidup yang buruk.

Kalori berlebih ini tersimpan dalam banyak makanan rendah serat maupun tinggi lemak jenuh. Makanan seperti olahan daging, beberapa jenis margarin, goreng-gorengan terutama dengan minyak goreng yang digunakan berulang, sayur kalengan, beberapa makanan ringan, kue daging merah, dan masih banyak lagi.

Usia
Secara alami, aktivitas akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Bukan hanya aktivitas yang berkurang, massa otot pun akan berkurang ketika latihan sudah kurang intens. Ini semua menyebabkan penambahan berat badan dan lingkar perut, apalagi aktivitas yang berkurang tidak diimbangi dengan mengurangi asupan kalori. Hasilnya, semakin bertambah usia semakin bertambah lingkar perut.

Gen
Beberapa pendapat mengatakan, jika orangtua atau kakek-nenek memiliki perut buncit, maka potensi untuk memiliki perut buncit pun semakin besar. Dengan kata lain, orang dapat berkecenderungan menumpuk lemak di perut secara genetik. Namun, jika tidak mengalami pertambahan berat badan yang radikal, bagian tengah tubuh Anda pun tidak akan berkembang pesat.

Selain itu, kebanyakan pria cenderung menyimpan lemak di perut atas dan panggul (bentuk tubuh apel), sehingga dikatakan pria lebih berpotensi memiliki perut buncit.

Sedangkan sebagian besar wanita sebelum menopause cenderung menyimpan lemak di perut bawah, sisi paha, pinggul, dan pantat (bentuk tubuh seperti buah pir). Setelah menopause, lemak akan lebih banyak tersimpan di perut. Hal ini telah dikodekan dalam gen dan tidak dapat dikendalikan ke mana lemak akan tersimpan. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menghindari pertambahan berat badan berlebih.

Alkohol
Ungkapan "perut bir" (beer belly) bukanlah mitos. Faktanya, mengonsumsi alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh kurang efisien dalam membakar lemak. Lemak pun semakin banyak tertimbun dalam tubuh seiring berjalannya waktu dan kebiasaan mengonsumsi alkohol yang terus berjalan.

Hormon
Peningkatan stres dalam kehidupan sehari-hari seperti kurangnya tidur, dapat menyebabkan lemak perut bertambah. Kondisi kurang tidur meningkatkan produksi hormon kortisol dalam otak dan ini meningkatkan penumpukan lemak perut.

Lemak Perut
Sebuah penelitian oleh Lawson Health Research Institute menyebutkan, hormon perangsang nafsu makan dan pengatur proporsi energi yang disimpan dalam bentuk lemak, NPY atau neuropeptide-Y juga diproduksi oleh lemak perut. NPY menghasilkan ulang sel-sel perkusor sel lemak, yang kemudian berubah menjadi sel-sel lemak.

Dapat dikatakan, obesitas kemudian menjadi semacam lingkaran setan di mana seseorang menjadi makan lebih banyak karena hormon NPY yang dihasilkan oleh lemak perutnya. Padahal NPY juga menghasilkan sel-sel lemak lebih banyak untuk ditumpuk menjadi lemak perut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar